Pengaturan Makan Anak Balita

 

PENGATURAN MAKAN ANAK BALITA

 

Ibu mana yang tak bangga melihat balitanya tumbuh cerdas cemerlang.

Di Sekolah ia berani tampil, pandai menggambar, banyak bertanya dan aktif bergerak.

Rahasianya: Gizi yang lengkap dan seimbang. Mengapa Gizi begitu penting bagi balita? Karena pada usia balita anak mengalami perkembangan pesat pada sel otak, sistem penglihatan maupun sistem sarafnya. Pada tahap ini anak mengalami perkembangan kognitif, afektif dan psikomotor, yang ditandai dengan kemampuan mendengar sesuatu yang baru, mengenal nama-nama benda disekelilingnya, berbicara, berjalan, ingin diperhatikan, ingin tahu dan lain-lain.

 

Usia balita juga merupakan usia paling rentan dalam pertumbuhan dan kesehatan. Karena itu ibu harus benar-benar memperhatikan pola makan si kecil. Makanan yang memenuhi gizi adalah makanan yang memenuhi unsur 4 sehat 5 sempurna dalam jumlah yang optimal yaitu: nasi, lauk hewani, lauk nabati, sayuran, buah-buahan dan susu.

 

Penanaman pola makan anak sudah bisa dimulai sejak dia mulai diperkenalkan makanan tambahan yakni pada usia 6 bulan. Pada usia ini anak mempunyai daya ingat yang kuat dan memori yang sangat tajam sehingga apa yang sudah diperkenalkan pada usia ini akan dikenal terus pada usia selanjutnya. Penanaman prilaku termasuk jam-jam makan perlu ditanamkan sejak usia dini supaya anak mempunyai disiplin makan yang baik, waktu makan maupun jenis makanannya.

 

Pola makan anak hendaknya diatur sesuai dengan pola makan keluarga dalam satu hari.

– Makan Pagi Pk. 06.00 – 07.00

– Selingan Pl. 10.00  dan susu

– Makan Siang Pk. 12.00 – 13.00

– Selingan Pk. 16.00

– Makan Malam Pk. 18.00 – 19.00

– Sebelum tidur malam : Susu Pk. 20.00 – 21.00

Dengan membagi pola makan diatas, maka kebutuhan  makan akan terpenuhi dalam satu hari.  Tanpa sarapan pagi, akan menyebabkan makanan harus dibagi dengan porsi besar  sehingga kemungkinan tidak bisa dihabiskan. Selain itu kita perlu juga menerapkan pola makan seperti pola makanan keluarga pada usia sedini mungkin.

 

Sarapan pagi merupakan pola makan keluarga yang sangat penting untuk digunakan melakukan kegiatan, supaya ada cadangan energi sampai makan siang.

 

MENGAPA PERLU SARAPAN PAGI?

  • Anak balita, begitu bangun tidur sudah aktif bermain dan tidak pernah berhenti sehingga perlu cadangan kalori untuk kegiatannya. Jadi sarapan pagi perlu, supaya aktivitas bermain anak tidak terganggu. Kalau tidak, anak akan lesu atau mengantuk karena tidak ada cadangan kalori.
  • Untuk membentuk pola makan dan jam makan sesuai makanan keluarga.
  • Membentuk disiplin makan pada anak supaya terbiasa sarapan
  • Dengan sarapan pagi, kita bisa membagi kebutuhan makan anak dalam sehari secara merata sehingga terpenuhi asupan gizinya.

 

Pengolahan Sarapan Pagi untuk Balita

Mengingat pada pagi hari ibu-ibu biasanya sangat sibuk, perlu diperhatikan pengolahan makanan yang praktis.

Contoh Sarapan Pagi untuk Balita

– Roti panggang isi rogout

– Mie saus tomat daging

– Nasi gurih dalam selimut

 

  1. Roti Panggang Isi Rogout

Bahan: – 4 iris roti tawar

– 25 gr daging ayam cincang

– 25 gr udang cincang

– 1 sdm tep. Maezena diencerkan dengan ¼ gls air

– susu ¼ gls.

Bumbu: – Bawang bombay ½ bag iris tipis

– Daun bawang      1 batang potong-potong

– Seledri                  1 batang potong-potong

– Margarin              1 sdm.

 

Cara Membuat

Rogout: Tumis bawang bombay dengan margarin sampai harum, masukkan daging ayam cincang, udang cincang, seledri dan daun bawang, tumis sebentar, masukkan susu cair (bila kurang air, bisa ditambahkan air). Setelah daging matang kentalkan dengan tepung maezena.

Panggang roti dengan rogout didalamnya. Roti panggang isi rogout siap diberikan pada anak. (untuk 2 porsi dengan jumlah kalori per porsi: 225 Kalori, Protein 8,77 gram, Lemak 10,45 gram, Karbohidrat 23,08 gram).

 

  1. Mie Saus Tomat Daging

Bahan : – 100 gr mie instan, rebus tiriskan

Untuk saus tomat daging

– 75 gr daging giling

– 1 sdm margarin

– 1 sdm saus tomat

– 50 gr  tomat, kupas buang isinya dan cincang

– 2 siung bawang putih cincang

– 1 sdt kaldu instan

– garam secukupnya

– 50 cc air

– 25 gr keju parut untuk taburan

 

Cara Membuat

Buat saus

– Tumis bawang putih dengan margarin, aduk.

– Masukkan tomat cincang, daging giling dan saus tomat, tuangi air , kaldu instan, masak sampai kuah habis. Tambahkan garam secukupnya, aduk rata, angkat.

– Hidangkan mie dengan saus daging, taburi keju parut.

Untuk 2 porsi

– Nilai Gizi: Energi: 309,87 Kal, Protein: 14,14 gram, Lemak: 19,88 gram, Karbohidrat: 27,79 gram.

 

  1. Nasi gurih dalam selimut

Bahan: – 150 gram nasi

– 1 sdm margarin

– 1 sdm bawang bombay cincang

– 25 gr wortel iris kecil, rebus

– 50 gr sosis iris kecil

– 2 btr telur ayam

– garam secukupnya

– 1 sdt kaldu instan

Cara membuat:

–  Tumis bawang bombay dengan margarin, aduk , masukkan sosis, wortel, tambahkan sedikit air. Masak sampai mengental.

–  Masukkan nasi, aduk-aduk beri garam dan kaldu, angkat dan sisihkan

– Kocok 1 butir telur ayam beri sedikit garam. Ambil wajan dadar anti lengket, olesi margarin, temptkan diatas api, tuang telur lalu ratakan

–  Letakkan nasi diatas telur dadar lalu gulung sampai nasi tertutup telur sambil dibalik, angkat kerjakan sisanya.

– Hidangkan

Untuk 2 porsi

– Nilai Gizi: Energi 291,12 Kal, Protein 13,84 gram, Lemak 15,67 gram, Karbohidrat 31,22 gram.

 

PENTINGNYA MAKANAN SELINGAN UNTUK BALITA

Aneka ragam bahan makanan yang perlu diperkenalkan untuk balita adalah:

– Golongan Sumber Tenaga

Terdiri dari nasi, roti, mie, tepung-tepungan, singkong, kentang, ubi dan lain-lain. Diperlukan untuk menunjang aktivitas anak seperti: bergerak, berlari, bermain, dsb.

– Sumber Zat Pembangun

Terdiri dari: daging, ikan, susu, ati, ayam, tahu, tempe dan kacang-kacangan. Diperlukan untuk pembentukan berbagai jaringan tubuh baru seperti pembentukan tulang, gigi, pertumbuhan dan pembesaran sel, dll.

– Sumber Zat Pengatur

Terdiri dari: Vitamin dan mineral, terutama vitamin yang larut dalam lemak A,D,E,K dan vitamin yang larut dalam air: B dan C.

Mineral: Zat besi, kalsium, posfor, zeng, magnesium, Iodium dll untuk mengatur proses metabolisme dan pertumbuhan tubuh.

Golongan bahan makanan diatas harus hadir dalam menu sehari-hari.

 

Yang tidak kalah penting adalah makanan selingan yaitu jajanan yang diberikan diantara waktu makan. Makanan selingan ini bisa membantu seandainya anak tidak cukup porsi makannya disebabkan anak susah makan. Namun pemberian yang berlebihan pada makanan selinganpun tidak baik karena mengganggu nafsu makan pada saat makan utamanya.

 

Makanan selingan sebaiknya diberikan jauh sebelum waktu makan, misalnya antara jam 09.00-10.00 dan sore antara jam 15.00 – 16.00.

Jenis makanan selinganpun perlu diperhatikan yaitu yang mengandung sumber tenaga, pembangun dan pengatur.

 

Fungsi makanan selingan

– Memperkenalkan aneka jenis bahan makanan yang terdapat dalam bahan makanan selingan.

– Melengkapi zat-zat gizi yang mungkin kurang pada makan pagi, siang  dan malam

– Mengisi kekurangan kalori akibat banyaknya aktivitas anap pada usia balita.

– Dapat berfungsi untuk mengatasi anak rewel.

 

 

CARA PEMBERIAN MAKANAN SELINGAN

 

– Dibuat sendiri dirumah, sehingga sangat hygienis dibandingkan jika beli diluar.

– Kalau terpaksa harus beli diluar sebaiknya dipilih ditempat yang bersih dari kontaminasi bakteri (tidak terbuka atau mudah kena debu).

– Pemilihan jenis selingan yang baik perlu diperhatikan

– Jangan diberikan berlebihan meskipun dia senang menikmatinya

– Sebaiknya tidak membosankan sekaligus memperkenalkan jenis bahan makanan yang belum dikenal anak.

– Hidangan berupa buah-buahan juga baik diberikan kalau anak menolak diberi selingan yang mengandung gizi yang lengkap.

 

Makanan selingan yang terdiri dari sumber kalori saja seperti gula dan tepung tidak baik diberikan. Makanan tersebut contohnya: permen, es sirop, manisan coklat. Makanan tersebut dapat mengganggu nafsu makan, dapat merusak gigi dan kecenderungan makan manis sejak kecil akan dibawa sampai dewasa yang akan berpengaruh pada kesehatan tubuh yaitu menyebabkan kegemukan yang beresiko terhadap penyakit degeneratif.

 

 

CONTOH MAKANAN SELINGAN

 

1. Bola tahu keju

Bahan: – 150 gr tahu haluskan

– 25 cc air

– 15 gr tepung terigu

– 15 gr margarin

– 15 gr keju parut

– ½ butir telur ayam

– 1 sdt tepung sagu

– garam secukupnya

– Minyak untuk menggoreng

 

Cara Membuat

 

–  Masak air bersama margarin, lalu masukkan tepung terigu, aduk rata, angkat.

– Campur dengan tahu yang sudah dihaluskan, keju, telur ayam, aduk beri garam, merica dan tepung sagu, aduk rata.

–  Panaskan minyak gorng, bentuk adonan bulat-bulat, lalu goreng sampai matang

–   Agkat, hidangkan

untuk 3 porsi dengan nilai gizi per porsi: Energi: 149,4 Kal, Protein 6,65 gram, Lemak 13,32 gram dan karbohidrat 8,28 gram

 

 

2. Kue Sego

 

Bahan: 250 gr beras

  • 100 gr kelapa muda, kupas, parut memanjang
  • 75 cc santan kental
  • 75 cc air mendidih
  • 1 sdt garam
  • 1 lbr daun pandan
  • pewarna hijau secukupnya (sebaiknya pakai air daun suji)

 

Cara Membuat

 

  • Rendam beras selama 2 jam dan tumbuk kasar, kemudian campur dengan kelapa parut, garam dan aduk rata. Masak santan bersama garam, daun pandan sampai mendidih, angkat langsung tuangkan ke dalam beras. Tambahkan air mendidih dan biarkan sampai airnya meresap.
  • Tambahkan pewarna hijau, aduk rata.
  • Masukkan adonan kedalam cetakan yang sudah diolesi minyak dan kukus sampai matang.
  • Angkat, keluarkan dari cetakan dan sajikan
  • Untuk 8 porsi dengan nilai gizi per porsi (Energi: 177,37 Kal, Protein 3,27 gram, Lemak 6,32 gram dan Karbohidrat 27,07 gram)

 

 

3. Kue Rembulan

 

Bahan : – 150 gr. Makaroni

  • 50 gr keju parut
  • 100 gram daging ayam cincang
  • 125 gr wortel kupas, potong dadu
  • 75 gram kacang polong
  • 2 butir telur ayam
  • 75 gr tepung roti
  • ½ sendok makan bumbu kaldu sapi

 

Haluskan;

  • 3 butir bawang merah
  • 1 siung bawang putih
  • garam secukupnya

 

Cara membuat;

 

  • Rebus makaroni sampai matang, angkat dan tiriskan
  • Campur makaroni bersama keju parut, ayam cincang, wortel, kacang polong, 1 butir telur ayam, bumbu kaldu instan, bumbu halus dan aduk rata.
  • Tuangkan adonan ke dalam loyang yang berbentuk ½ lingkaran yang dioles margarin dan bertabur tepung, kukus sampai matang.
  • Angkat dan keluarkan dari loyang, potong setebal 1 cm kemudian celupkan kedalam telur yang sudah dikocok. Panir dengan tepung roti, celupkan lagi kedalam telur dan panir lagi.
  • Goreng sampai matang, angkat
  • Untuk 8 porsi dengan nilai gizi per porsi (Energi: 194,68 Kal, Protein 7,81 gram, Lemak 6,00 gram, karbohidrat 24,09 gram)

 

BAGIKAN