Kolesterol

 

WASPADA KOLESTEROL TINGGI

Kolesterol tinggi umumnya menjadi penyebab utama kasus kematian mendadak yang disebabkan oleh serangan jantung. Angka penderita kolesterol mencapai 8% dari total penyakit di dunia. Di Indonesia jumlah penderita kolesterol mencapai 28%.

Kadar kolesterol yang kurang dari 200 mg/dl masih bisa ditoleransi. Jumlah kolesterol 200-239 mg/dl sudah termasuk ke dalam ambang batas tinggi. Jika jumlahnya lebih dari 240 mg/dl maka termasuk tingkat kolesterol tinggi.

Gejala kolesterol secara umum :
1. Sering kesemutan, kaki keram atau nyeri
2. Rasa sakit pada sendi, sakit kepala hebat atau migraine yang sering kambuh
3. Berat badan berlebihan (obesitas)
4. Mudah lelah dan cepat mengantuk
5. Sering merasakan nyeri atau pegal di bagian tengkuk
6. Kepala terasa berat sesaat setelah makan makanan berkolesterol tinggi seperti seafood, makanan bersantan dan berlemak.

 

Bagaimana mencegah Kolesterol Tinggi?

1. Mengonsumsi makanan seimbang sesuai kebutuhan

Makanan seimbang adalah makanan yang 60% kalori berasal dari karbohidrat, 15% kalori dari protein dan 25% kalori berasal dari lemak, dan kalori dari lemak jenuh tidak lebih dari 10%.

 

2. Menghindari lemak jenuh

Lemak jenuh yang akan membeku pada suhu ruang dapat meningkatkan kadar kolesterol. Lemak jenuh banyak ditemukan pada produk hewani.

 

3. Mengonsumsi produk makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan

Mengonsumsi bahan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan adalah hal terbaik yang dapat dilakukan untuk meminimalisir asupan lemak jenuh dan menghindri kolesterol.

 

4. Mengubah cara memasak

Cara memasak yang biasanya dengan cara menggoreng sebaiknya dikurangi dan digantikan dengan cara merebus atau mengukus. Bisa juga dengan membakar tapi tanpa minyak ataupun mentega.

 

5. Mempertahakn berat badan ideal

Menurunkan berat badan akan membantu meningkatkan kadar HDL (High Density Lipoprotein).

 

6. Mengontrol porsi makanan

Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tapi sering dapat menjaga kolesterol dalam tubuh tetap rendah

 

7. Mengendalikan stress

Stress disebabkan oleh meningkatnya pelepasan hormon adrenalin yang dapat meningkatkan kadar kolesterol. Relaksasi seperti peregangan tubuh dan menarik nafa dalam atau meditasi dapat membantu menurunkan kolesterol.

 

8. Olahraga

Olarhaga yang teratur akan membantu meningkatkan kadar HDL dan menurunkan HDL. Dianjurkan untuk melakukan olahraga yang bersifat aerobic seperti jalan cepat, lari-lari kecil, bersepeda atau berenang secara rutin 3-5 kali perminggu selama 30-60 menit. Jangan lupa menggunakan perlengkapan olahraga yang sesuai untuk menghindari cedera.

BAGIKAN