Diet dan Kanker

Faktor Diet bukan saja sebagai nutrisi, tapi bisa juga berfungsi sebagai bahan penyebab terjadinya kanker. Makanan-makanan yang diproses yang ditambah dengan zat pengawet, pewarna, pemanis dll dapat menyebabkan kanker apabila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan waktu yang lama. Pestisida dan zat-zat kimiawi dalam pupuk yang masuk kedalam tanaman-tanaman yang ditanam dapat pula menyebabkan kanker.

Zat-zat karsinogen (zat penyebab kanker) yang alami yang diproduksi oleh tanaman-tanaman seperti aflatoxin yang terjadi pada jenis kacang-kacangan yang mengalami proses pembusukan, makanan-makanan yang diproses dengan cara pengasapan, pengasinan, yang digoreng atau dibakar dengan temperatur yang tinggi dapat pula mengakibatkan kanker. Sebaliknya ada beberapa bahan atau zat yang terkandung dalam makanan dapat mencegah terjadinya kanker yang lazim disebut Chemo-prevention seperti: Beta Karoten, Vitamin A (Retinol), Vitamin E, beberapa komponen selenium, dll.

Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang umumnya  vegetarian, tidak merokok dan tidak minum-minuman beralkohol sangat jarang terserang kanker usus dan kanker paru-paru, serta beberapa jenis kanker lainnya.

Sejak saat itu American Cancer Society menganjurkan orang-orang Amerika untuk mengurangi makanan-makanan yang mengandung lemak dan protein yang tinggi dan dianjurkan untuk makan banyak buah-buahan dan sayur-sayuran yang segar.

 

Hubungan Antara Faktor Nutrisi Dan Kanker

 

1. Protein

Makanan tinggi protein yang berasal dari hewan mempunyai efek fisiologik dan biochemik yang memungkinkan terbentuknya zat-zat karsinogen. Dahulu sumber protein berasal dari tumbuh-tumbuhan, sekarang sumber protein yang tinggi kebanyakan berasal dari hewan peliharaan. Banyak penelitian membuktikan bahwa apabila orang mengkonsumsi protein hewani dalam waktu yang lama, suatu saat orang tersebut bisa terserang kanker payudara, colorectal, hati dan kanker-kanker lainnya.

 

2. Lemak

Penelitian-penelitian epidemiologik menunjukkan bahwa orang yang sering mengkonsumsi makanan-makanan dengan lemak hewani yang tinggi, dapat mengakibatkan kanker-kanker payudara, colorectal, pancreas, endometrium, prostat dan lain-lain. Makanan dengan kadar lemak hewani yang tinggi dapat mempengaruhi proses metabolisme dari beberapa kelenjar endokrin tubuh yang mengakibatkan tubuh rentan terhadap perubahan-perubahan yang dapat merubah sel-sel normal menjadi sel-sel kanker. Disamping itu lemak hewani dapat memperlemah membaran sel-sel tubuh manusia, dengan sendirinya dapat mempengaruhi respons sel-sel terhadap rangsangan zat karsinogen yang berasal dari luar.

 

3. Buah-buahan dan sayur-sayuran

Penelitian-penelitian yang dilakukan akhir-akhir ini menunjukkan bahwa orang yang sering mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran yang segar jarang terserang kanker. Disamping itu juga faktor serat yang terdapat dalam buah-buahan dan sayur-sayuran dapat mencegah timbulnya kanker. Pada orang-orang yang sering mengkonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, pencernaannya menjadi lancar, dengan sendirinya zat-zat karsinogen yang kita telan tidak akan tertinggal lama dalam usus karena cepat dikeluarkan. Makanan tinggi serat juga mencegah bakteri-bakteri patogen dalam usus besar.

Buah apel merupakan buah yang paling sering dimakan di negara Barat dan mempunyai nilai gizi yang tinggi. Ada pribahasa mengatakan: “An Apple a day keeps doctor away”. Apel mengandung Vitamin C, Kalium dan Serat yang berguna untuk kelancaran pencernaan sehingga mencegah terjadinya kanker usus besar. Disamping itu apel mengandung zat pectin yang selain dapat menurunkan kolesterol, juga dapat mencegah kanker karena pectin dapat mengikat zat-zat karsinogen yang masuk kedalam tubuh manusia dan mengeluarkannya melalui tinja.

Bawang putih dapat menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol dalam darah, memperkuat daya kerja jantung, mencegah pengapuran pembuluh darah arteri, dan juga berfungsi sebagai antibiotika terhadap berbagai macam infeksi. Disamping itu bawang putih mengandung Selenium yang dapat mencegah terjadinya kanker.

 

4. Vitamin

Sampai saat ini masyarakat luas menganggap bahwa suplemen vitamin merupakan bahan yang penting untuk mencegah berbagai macam penyakit termasuk kanker. Umumnya vitamin harganya murah, dapat dibeli bebas dan tanpa efek samping apabila diminum sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Orang menganggap bahwa vitamin dapat mencegah efek samping akibat kebiasaan makan dan cara hidup kurang baik yang sukar dirubah seperti: kebiasaan makan makanan yang berkadar lemak dan protein tinggi atau kebiasaan merokok.

Melalui beberapa penelitian yang telah dilakukan, ternyata anggapan ini tidak benar sama sekali. Dengan makan makanan bergizi yang mengandung vitamin jauh lebih baik daripada menelan suplemen-suplemen vitamin.

Kegunaan Vitamin A untuk pertumbuhan yang normal dari sel-sel epitel sudah dikenal sejak dahulu kala. Vitamin A dalam bentuk Retinol banyak terdapat dalam susu dan daging, sedangkan dalam bentuk Beta Karoten banyak terdapat dalam sayur-sayuran segar terutama wortel. Penelitian akhir-akhir ini  menunjukkan bahwa apabila kita memakan makanan dengan kadar Vitamin A yang cukup, dapat mencegah timbulnya beberapa jenis kanker. Sebaliknya apabila terjadi defisiensi Vitamin A, epitel-epitel jaringan tubuh manusia menjadi rentan terhadap zat karsinogen dari luar tubuh.

Asam folat merupakan salah satu derivat dari Vitamin B Complex yang berguna untuk metabolisme asam-asam amino, Nucleotida dan DNA. Pada beberapa penelitian epidemiologik dan laboratorik menunjukkan bahwa kekurangan asam folat pada tubuh manusia dapat menyebabkan beberapa jenis kanker terutama kanker usus besar. Sumber asam folat: buah-buahan dan sayuran segar.

Vitamin C merupakan salah satu antioksidan yang umum dan berguna untuk metabolisme jaringan tubuh manusia. Sumber Vitamin C banyak terdapat pada bermacam-macam buah dan sayuran, tomat, dll. Vitamin C dapat mengikat zat nitrit yang masuk dalam tubuh manusia. Zat nitrit dapat berubah menjadi nitrosamin yang dalam tubuh manusia dapat mengakibatkan beberapa jenis kanker terutama kanker lambung. Pada orang yang mengkonsumsi Vitamin C yang cukup jarang sekali terserang kanker lambung. Sampai saat ini belum bisa dibuktikan bahwa orang yang mengkonsumsi suplemen Vitamin C dosis tinggi lebih sehat daripada orang yang makan buah-buahan dan sayuran segar yang mengandung Vitamin C yang cukup.

Sampai saat ini jarang ditemukan penelitian tentang hubungan kekurangan Vitamin D dan kanker. Tetapi pada penelitian terakhir dibuktikan bahwa pemakaian Vitamin D akan terbentuk suatu zat Chemo-preventif yang dapat mencegah terjadinya beberapa jenis kanker.

Pada penelitian epidemiologik, Vitamin E mempunyai efek antioksidan yang baik dan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, dapat mencegah timbulnya beberapa jenis kanker. Sumber Vitamin E: bermacam sayuran, telur dan kacang-kacangan.

 

5. Mineral

Pada penelitian epidemiologik yang dilakukan menunjukkan bahwa Kalsium, Selenium, Magnesium,dan Zinc dapat mencegah dan menghambat pertumbuhan kanker.

Bahan makanan yang banyak mengandung kalsium adalah ikan, udang, telur, susu, kerang, dll.

Bahan makanan sumber Selenium: kacang-kacangan, telur, udang, lobster, bawang putih dan bermacam-macam jamur termasuk asparagus.

Sumber Magnesium: Kacang-kacangan kering, telur, pisang.

Sumber Zinc: ikan laut, tiram, kacang-kacangan, telur dan daging.

 

 

Faktor Nutrisi Dan Penyebab Dari Beberapa Kanker

 

1. Kanker Paru

Penyebab utama dari timbulnya kanker paru-paru adalah merokok. Pada  penelitian dibuktikan bahwa asbes, radiasi dan polusi udara dapat bekerja secara sinergis dengan asap rokok terhadap terjadinya kanker paru-paru. Penelitian secara epidemiologik menunjukkan bahwa orang-orang yang sering makan buah-buahan dan sayur-sayuran yang segar, frekwensi terjadinya kanker paru-paru ini akan berkurang.

Bahan-bahan yang diduga mengurangi resiko terjadinya kanker paru-paru adalah Beta Caroten dan Vitamin A yang banyak terdapat dalam buah-buahan dan sayur-sayuran segar. Faktor lain yang dapat mempengaruhi terjadinya kanker paru-paru adalah intake vitamin C yang rendah dan konsumsi makanan yang berlemak tinggi. Jalan yang terbaik untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kanker paru-paru pada perokok adalah segera menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

2. Kanker Rongga Mulur, Larynx dan Oro-Pharynx

Penelitian menunjukkan bahwa insidens kanker ini banyak terdapat pada perokok dan peminum alkohol. Defisiensi Vitamin A juga dapat mengakibatkan terjadinya kanker ini.

3. Kanker Esofagus

Penelitian menunjukkan bahwa kanker ini banyak terdapat pada perokok dan peminum alkohol. Pada penderita kanker esofagus ditemukan kadar vitamin B12 dan asam folat darah sangat rendah. Kacang-kacangan yang sudah berlumut yang mengandung mycotoxin juga bisa sebagai faktor resiko terjadinya kanker esofagus. Pada penderita dengan kanker esofagus ternyata semuanya mempunyai kebiasaan memakan makanan yang masih panas sekali langsung dimasukkan ke dalam mulut, akibatnya terjadi iritasi chronis di esofagus yang lambat laun berubah menjadi kanker.

4. Kanker Lambung

Pada Penelitian menunjukkan bahwa Diet merupakan faktor terpenting terjadinya kanker lambung. Zat Polycyclic aromatik hydrocarbon merupakan zat karsinogen pada mucosa lambung. Zat ini dapat terbentuk pada makanan yang dipanggang dengan temperatur yang sangat tinggi, atau pengawetan daging dengan cara pengasapan. Kacang-kacangan dan kopi yang diawetkan dengan cara dijemur kemudian direndang, banyak terbentuk zat karsinogen. Makanan yang diawetkan dengan cara dikeringkan, diasapi dan digarami kemungkinan besar telah terkontaminasi dengan bakteri dan jamur yang mengandung kadar nitrat dan nitrit yang tinggi. Apabila dimakan, nitrat dan nitrit akan berubah menjadi nitrosamin dalam lambung yang merupakan zat karsinogen terhadap mucosa lambung. Pada penelitian epidemiologik menunjukkan bahwa orang yang sering makan buah-buahan dan sayur-sayuran segar sangat jarang terserang kanker lambung.

5. Kanker Hati

Faktor utama terjadinya kanker hati ialah zat Karsinogen Aflatoxin. Aflatoxin berasal dari jenis kacang-kacangan yang telah terkontaminasi dengan Aspergillus Flavus dan Senecio Alkaloids. Oleh karena itu dianjurkan supaya menghindari makanan kacang-kacangan yang mulai membusuk dan berlumut. Di Negara Barat kanker hati banyak terjadi pada peminum alkohol kronis.

6. Kanker Pankreas

Pada penelitian epidemiologis menunjukkan kanker pankreas dapat terjadi 4 x lipat pada perokok dibandingkan dengan yang bukan perokok.. Frekwensi yang tinggi dari kanker ini terdapat pada orang yang mengkonsumsi daging berlemak, telur, susu dan minum alkohol berlebihan. Tapi pada orang yang menu makanan  mereka lebih banyak buah-buahan dan sayur-sayuran segar, frekwensi kanker ini sangat jarang.

7. Kanker Kolorektal (Usus Besar)

Banyak penelitian membuktikan bahwa faktor diet memegang peranan yang sangat besar terhadap proses terbentuknya kanker ini. Penelitian menunjukkan bahwa  penderita kanker kolorektal umumnya sering makan makanan yang tinggi lemak, protein hewani yang tinggi dan kurang mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran.

8. Kanker Payudara

Penelitian menunjukkan bahwa faktor nutrisi memegang peranan terhadap terbentuknya kanker ini. Faktor peninggian estrogen yang terjadi pada wanita usia muda akan mengakibatkan resiko terserangnya kanker ini lebih tinggi. Ada beberapa jenis sayuran yang dapat mempercepat proses metabolisme estrogen. Kol, brokoli dan kembang kol dapat mempercepat metabolisme estrogen dan membakarnya sehingga jumlah yang sisa tidak cukup untuk merangsang terbentuknya kanker ini. Untuk mencapai hasil yang maksimal, dianjurkan untuk memakan sayuran ini dalam keadaan mentah / ½ matang. Sayur lain yang tinggi serat dapat pula menurunkan kadar estrogen dengan cara mengikat hormon tersebut dan membuangnya bersama tinja. Jenis kacang-kacangan seperti kedele mengandung phytoestrogen yang dapat membatasi kerja estrogen. Buah-buahan dan sayuran dengan kadar Vitamin C tinggi dapat pula mencegah kanker payudara.

Anjuran Diet Sehat Untuk Mencegah Kanker

1. Makanlah makanan yang bervariasi: buah-buahan dan sayur-sayuran, daging rendah lemak, kacang-kacangan segar, minum susu dengan kadar lemak rendah.
2. Hindari kegemukan
3. Hindari makanan berlemak terutama lemak hewani.
4. Perbanyak makan makanan kaya serat seperti: buah-buahan dan sayur-sayuran.
5. Kurangi pemakaian gula yang berlebihan. Makanan yang manis biasanya kalorinya tinggi (resiko kegemukan) sedangkan vitamin dan mineralnya kurang.
6. Kurangi garam yang merupakan faktor resiko tekanan darah tinggi pada usia lanjut.
7. Hentikan kebiasaan merokok dan minuman beralkohol

BAGIKAN