Diare Pada Balita

 

 

JANGAN ABAIKAN DIARE PADA BAYI DAN BALITA

 

 

Diare adalah penyebab penting kurang gizi. Hal ini disebabkan karena kebutuhan makanan meningkat pada saat diare seperti halnya penyakit infeksi yang lain, sedangkan masukan dan absorpsi makanan berkurang. Setiap kejadian diare dapat menyebabkan kehilangan berat badan dan kegagalan pertumbuhan lebih lanjut. Anak yang sering mengalami diare beresiko lebih tinggi menderita kurang gizi daripada anak yang jarang mengalami diare.

Kurang gizi juga berpengaruh sekali pada diare. Pada anak yang kurang gizi karena pemberian makanan yan kurang, episode diare akut akan lebih berat, berakhir lebih lama dan lebih sering. Resiko meninggal akibat diare akut akan meningkat bila anak sudah menderita kurang gizi atau gizi buruk.

Diare pada kenyataannya adalah penyakit gizi, disamping ada gangguan cairan dan elektrolit. Terapinya harus meliputi kedua aspek tersebut. Tata laksana gizi penderita diare membutuhkan pemberian makanan yang benar pada waktu diare maupun setelah anak sehat. Bila ini dilakukan, selain mencegah kurang gizi, resiko kematian pada episod berikutnyapun dapat dikurangi.

 

PENYEBAB PENURUNAN GIZI SELAMA DIARE

1. Berkurangnya masukan makanan
Berkurangnya masukan makanan sebesar 30% atau lebih selama beberapa hari pertama diare akut merupakan akibat dari:
• Anoreksia terutama terlihat nyata pada anak disentri
• Muntah
• Menghentikan pemberian makan berdasarkan kepercayaan.
• Memberikan makanan dengan nilai gizi yang kurang seperti bubur atau sup yang diencerkan, hal ini dilakukan karena kepercayaan bahwa makanan yang diencerkan mudah dicerna.

2. Berkurangnya penyerapan zat-zat makanan
Penyerapan zat-zat makanan juga berkurang sekitar 30% selama diare akut. Kekurangan lebih besar terjadi pada lemak dan protein dari pada karbohidrat. Berkurangnya penyerapan lebih besar terjadi pada anak yang menderita gizi kurang.
Penurunan absorpsi zat-zat makanan disebabkan:
• Kerusakan sel epitel absorpsi (vili) yang mengurangi luas permukaan absorpsi usus.
• Defisiensi disakaridase yang mengakibatkan malabsorpsi gula disakaridase terutama laktosa.
• Berkurangnya konsentrasi asam empedu yang dibutuhkan untuk absorpsi lemak.
• Transit makanan melalui usus sangat cepat yang mengakibatkan tidak cukup waktu untuk pencernaan dan absorpsi.

3. Meningkatnya kebutuhan zat-zat makanan karena:
• Kebutuhan metabolik karena panas
• Kebutuhan untuk memperbaiki epitel usus
• Kebutuhan untuk mengganti kehilangan protein serum melalui mukosa usus yang rusak seperti yang terjadi pada disentri.

 

 

PENGARUH MAKANAN SELAMA DAN SESUDAH DIARE

 

Untuk menghindari gangguan pertumbuhan, gizi yang baik harus dipertahankan, baik selama maupun sesudah diare. Keadaan ini bisa dicapai dengan memberikan makanan bergizi dalam jumlah yang cukup secara terus menerus selama episod diare dan saat penyembuhan. Secara umum makanan yang harus diberikan selama diare adalah sama dengan yang seharusnya diberikan pada anak sehat. Pendekatan ini berdasarkan pada kenyataan bahwa selama diare sebagian besar makanan dapat dicerna, diabsorpsi dan digunakan.

Pemikiran bahwa pemberian makanan harus dikurangi atau dihentikan selama diare menggambarkan kepercayaan umum bahwa pemberian makanan akan menyebabkan pengeluaran tinja meningkat yang berarti diarenya semkain memburuk, tetapi keadaan ini jarang terjadi.

ASI biasanya dapat diserap dan dicerna pada saat diare. Anak-anak yang tetap diberi ASI selama diare pengeluaran tinjanya berkurang dan lama penyakitnya lebih pendek dari pada anak yang tidak diberi ASI.

Pemberian makanan mempercepat penyembuhan mukosa usus dan merangsang pemulihan dini fungsi pankreas dan produksi enzim disakaridase oleh mikrovili usus. Keadaan ini mempercepat pulihnya fungsi pencernaan ke keadaan normal dan memperbaiki absorpsi zat-zat makanan.
Anak-anak yang mendapat diet campuran misalnya susu sapi, makanan padat/lunak dan sayur-sayuran, pengeluaran tinjanya tidak bertambah.

 

MAKANAN YANG DIBERIKAN PADA SAAT DIARE

Anak-anak yang diberi makanan penuh selama episod diare, berat badannya normal, sedangkan anak-anak yang masukan makannya kurang, berat badannya juga akan kurang atau menurun. Berdasarkan penelitian, tidak ada bukti yang mendukung pengurangan masukan makanan selama diare. Pemberian makanan penuh harus diteruskan sehingga memburuknya status gizi bisa dicegah, paling tidak dikurangi.

PEMBERIAN MAKANAN SETELAH DIARE BERHENTI

Tujuan pemberian makanan sesudah diarenya berhenti adalah untuk memperbaiki kurang gizi dan untuk mecapai dan mempertahankan pola pertumbuhan yang normal. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan diet normal cukup energi dan zat-zat gizi lain. Ini paling penting untuk anak usia lebih dari 6 bulan yang sudah mulai mendapat diet campuran. Makanan yang dianjurkan untuk anak-anak selama diare adalah makanan biasa pada keadaan sehat. Berikanlah makanan yang kaya akan zat-zat gizi seperti susu, telur dsb pada beberapa minggu saat penyembuhan.

 

PEMBERIAN ASI

Selama diare, pemberian ASI tidak boleh dikurangi atau dihentikan tetapi diberikan sesering dan sepanjang anak menginginkannya. ASI harus diberika untuk menambah larutan oralit, atau cairan lain yang dianjurkan untuk mengganti tinja yang dikeluarkan.

 

SUSU FORMULA ATAU SUSU SAPI

Bayi harus terus menerima susu sapi atau susu formula yang biasa diterima. Formula rendah laktosa atau formula protein hidrolisat tidak boleh digunakan secara rutin, selain harganya mahal, nilai gizinya juga kurang.

 

MAKANAN PADAT ATAU LUNAK

Bila anak berumur 4 bulan atau lebih dan sudah mendapat makanan lunak atau padat, makanan ini harus diteruskan. Bayi umur 6 bulan atau lebih harus mulai diberikan makanan lunak bila belum pernah diberi. Bila timbul dehidrasi, makanan ini harus dihentikan untuk 4-6 jam selama rehidrasi dan kemudian dilanjutkan lagi. Paling tidak separuh energi diet harus berasal dari makanan dengan porsi kecil tapi sering.

 

MAKANAN YANG DIBERIKAN

• Gunakan makanan pokok setempat yang dimasak dengan matang dan dapat dicerna seperti nasi, jagung, kentang atau bakmi.
• Berikan makanan pokok yang lunak seperti bubur nasi, bubur saring, dsb. Bila sup digunakan untuk mencegah dehidrasi, makanan lain yang kaya gizi harus diberikan untuk memenuhi kebutuhan kalori.
• Untuk memenuhi kebutuhan kalori dapat dengan menambah 5 – 10 ml minyak nabati setiap 100 cc makanan. Minyak kelapa sawit sangat bagus karena kaya akan karoten.
• Campur makanan pokok dengan kacang-kacangan dan sayuran, bila mungkin berikan tahu, daging atau ikan.
• Berikan sari buah segar, air kelapa hijau atau pisang yang dihaluskan untuk menambah kalium.
• Hindarkan makanan dan minuman dengan kadar gula yang tinggi seperti sari buah yang manis, minuman ringan dsb.

 

INTOLERANSI TERHADAP SUSU

Beberapa anak yang menderita diare akut terutama bayi kadang-kadang memperlihatkan tanda-tanda intoleransi terhadap susu sapi. Hal ini biasanya terjadi bila susu sapi atau formula merupakan satu-satunya makanan yang di berikan. Intoleransi susu lebih sering terjadi pada anak dengan diare persisten dan hampir tidak pernah terjadi pada anak yang hanya mendapat ASI.
Gejala-gejala intoleran terhadap susu.
• Meningkatnya volume tinja dengan nyata bila diberikan susu dan akan berkurang bila dihentikan pemberian susu tersebut.
• Memburuknya kondisi anak, mungkin timbul tanda-tanda dehidrasi.

 

MENANGANI INTOLERANSI SUSU

1. Bayi usia dibawah 6 bulan
– ASI terus diberikan
– Bila diberikan susu formula, ganti susu/formula dengan yoghurt atau produk susu yang difermentasikan atau encerkan susu/formula.
– Bila tidak ada perbaikan, ganti susu dengan susu bebas laktosa.

2. Bayi dan Anak usia diatas 6 bulan
– Berikan hanya ½ dari jumlah biasanya susu sapi atau ganti dengan yoghurt atau produk susu yang difermentasikan lainnya.
– Berikan biji-bijian, kacang-kacangan dan sayur-sayuran yang dimasak dalam jumlah cukup dengan menambahkan minyak sayuran, untuk memastikan masukan kalori yang cukup. Berikan makanan dicampur dengan susu.
– Bila tidak ada perbaikan dalam waktu 2 hari, hentikan semua makanan yang berasal dari susu, ganti dengan makanan berprotein lain yang kaya energi seperti susu formula kedelai atau daging ayam cincang.

3. Teruskan pengobatan, setelah diarenya berhenti, coba kembali dengan susu/formula biasanya secara bertahap.

 

PEMBERIAN MAKANAN SELAMA DAN SESUDAH DIARE

Secara umum makanan yang dianjurkan selama diare harus diteruskan setelah diarenya berhenti dan makanan ekstra harus diberikan untuk membantu mengejar pertumbuhan. Pendekatan praktis adalah memberi anak makanan sebanyak dia mau dan berikan makanan ekstra setiap hari selama 2 minggu. Bila anak kurang gizi atau baru sembuh dari diare persisten, cara ini harus diteruskan untuk kurun waktu yang lebih lama sampai gizinya baik.

 

DEFISIENSI VITAMIN A

Selama diare, absorpsi vitamin A berkurang dan sebagian besar digunakan dari cadangan tubuh. Diare dapat menyebabkan berkurangnya penyimpanan vitamin A sehingga timbul kekurangan vitamin A dan gejala-gejala xerophthalmia. Kadang-kadang kebutaan terjadi dengan cepat. Ini adalah masalah penting pada diare yang terjadi selama atau segera sesudah campak, atau pada anak dengan gizi buruk. Keadaan ini juga terjadi pada anak yang menderita diare persisten atau yang sering mengalami episod diare.

BAGIKAN